Semua Wanita Bisa Memberikan ASI!

Rabu, 29 Oktober 2008 – 16:06 wib

SEBENARNYA , semua wanita berpotensi menyusui anaknya, sama dengan potensi bahwa setiap wanita bisa mengandung dan melahirkan. Tapi banyak para ibu setelah melahirkan hanya sebentar memberikan ASI kepada anaknya.

Misalnya, memilih menyusui ASI hanya satu bulan atau bahkan beberapa hari saja. Tentunya dengan alasan beragam. Seperti ASI tidak banyak keluar, jatah cuti hamil sudah habis, atau sibuk bekerja. Padahal dengan memberikan ASI eksklusif, otomatis seorang ibu sudah membangun sistem kekebalan tubuh alami dan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi tanpa harus repot-repot memberikan makanan tambahan.

Menurut dr Jeanne Roos Tikoalu SpA, dari RS Puri Indah, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Air susu ibu yang keluar pertama kali (susu jolong) jangan dibuang karena menjadikan anak lebih tahan terhadap penyakit. Jadi bukan tanpa alasan ada anjuran untuk memberikan ASI kepada anak sampai berumur 2 tahun. Agar ASI bisa mencukupi kebutuhan bayi, ibu harus makan dan minum yang cukup (ikuti petunjuk makan bagi ibu menyusui).

"Pemberian susu dilakukan setiap kali anak merasa lapar. Cara memberikannya bergantian, misalnya dari payudara kanan kemudian payudara kiri," jelasnya.

Inisiasi Menyusui Dini

Roos mengatakan, idealnya, begitu bayi lahir, pada jam-jam pertama, dianjurkan agar bayi diletakkan di dada ibunya. Dalam waktu 20 menit, otomatis bayi akan merayap. Sekitar 50 menit, bayi akan tahu letak payudara ibu, dari bau dan insting yang sudah ada.

"Pada saat bayi mulai menghisap puting ibunya, akan timbul refleks ke otak si ibu, lalu akan timbul hormon untuk merangsang pertumbuhan susu si ibu. Jadi usahakan dalam 1-2 hari untuk menyusui, sehingga hormon (lactogenik hormon) tadi timbul. Kalau tidak, akan berakibat hormon yang seharusnya keluar, jadi tidak keluar. Lama kelamaan akan kering. Jadi yang utama adalah rangsangan hisap bayi, maka produksi ASI akan keluar," paparnya panjang.

ASI Tidak Keluar

Roos menambahkan, sering kali para ibu mengalami air susunya tidak keluar ketika pertama kali menyusui bayinya. Hal ini terjadi karena tidak dilakukan proses inisiasi. Yang sering terjadi adalah, ketika anak baru lahir banyak ibu yang melewatkan golden moment, di mana saat bayi dalam waktu tiga jam pertama respek hisapnya masih kuat. Padahal dengan ada hisapan di payudara, maka otak si ibu akan mengirim sinyal agar ASI bisa keluar.

"Jadi, tiga jam pertama anak baru saja lahir, langsung berikan kepada ibunya untuk menyusu. Jika tidak, maka yang terjadi ASI tidak keluar, karena daya hisap anak sudah mulai lambat," pungkasnya.

(Mom & Kiddie//tty)

Choe Chan
Jakarta