Dalam Bahayakah Perkawinan Anda?

Contoh-contoh berikut adalah perilaku yang mendorong pernikahan ke dalam bahaya, semoga anda terinspirasi.

1. Bila mengira menuruti segala kehendak suami (atau istri) dapat menjamin kebahagiaan dan kelanggengan perkawinan maka anda sudah ketinggalan jaman. Bila selalu menuruti kehendaknya, lama kelamaan dia akan merasa telah hidup bersama orang yang pikirannya terlalu polos, bahkan akan beranggapan anda adalah orang buta pengetahuan yang tidak bisa membedakan benar dan salah, sehingga akhirnya dia akan meremehkan dan meninggalkan anda.

2. Bila suami (atau istri) anda menjadi orang terkenal, maka kami ucapkan selamat kepada anda. Namun bila tidak berikhtiar untuk maju maka ini telah membuat dia mulai menjauhi anda. Usaha suami maju sangat pesat, cakrawalanya menjadi sangat luas, mentalitasnya telah diperbaharui, sebaliknya anda hanya jalan di tempat, bukan saja anda telah ketinggalan jaman, bahkan sudah terbentang suatu jarak yang semakin lebar dengan suami, lama kelamaan tentu sudah tidak ada kecocokan lagi dalam perbincangan.

3. Rumah adalah teluk yang tenang, satu sama lain perlu saling membantu. Dalam segala hal kalau saling tidak dapat merubah perilaku manja yang dibawa sejak kecil, maka terpaksa pisah dengan damai. Anda adalah anak bungsu atau putri tunggal? Apakah anda mengira suami (istri) anda adalah sebatang pohon raksasa tempat bersandar yang selamanya tidak akan tumbang, bahkan tidak perlu menggemburkan tanah atau pun disiram air?

4. Apakah anda mengira teman hidup anda adalah anak kecil yang tidak me-ngerti apa-apa? Sudah waktunya anda menahan diri untuk bersikap superior. Anda sebagai orang yang berhasil dalam karier, mungkin tanpa sengaja akan membawa keangkuhan yang telah terpupuk ke dalam pernikahan. Dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga anda tidak menerima dan tidak menghargai pandangannya. Dengan perilaku seperti ini anda hanya akan mempercepat keretakan pernikahan tersebut.

5. Perilaku yang paling bodoh adalah tidak memberinya nafkah seksual. Anda mengira dari segi lain tidak dapat mengalahkannya, maka ingin memberi tekanan melalui pembatasan seksual. Merupakan resiko tinggi jika anda mengira si dia akan tunduk dengan tindakan ini? Karena ulah anda ini mungkin justru malah membuat pasangan anda timbul hambatan psikologis dalam bercinta.

6. Seperti seorang detektif yang setiap saat memantau perbuatannya. Bila pasangan anda pulang malam, selalu akan anda interogasi tiada hentinya, bahkan berbicara sedikit saja dengan lawan jenisnya sudah akan menimbulkan rasa cemburu yang tidak terkendali, sedikit pun tidak memberinya kebebasan. Kalau sewaktu-waktu menelpon ke kantor untuk melacak kelakuan pasangan hidup anda sudah merupakan kebiasaan anda, akan anehlah jika pernikahan anda tidak dalam krisis.

7. Pasangan anda bukan dilahirkan dari batu, mengapa anda tidak menghargai keluarga dan teman-temannya? Bukankah pernah anda mendengar, bersamaan dengan mencintai seseorang menyayangi pula segala yang berhubungan dengannya? Anda juga bersikap sangat dingin terhadap keluarga ataupun teman-temannya, dan sering kali mempermalukannya. Perilaku ini sedang mempercepat hubungan kalian lebih memburuk .

8. Membanding-bandingkan secara membuta, menuntut terlalu berlebihan, apakah anda tidak merasa tindakan demikian sangat konyol? Sebagai pendamping, anda seharusnya merupakan orang yang mendukung dan mendorongnya, hal ini sebenarnya merupakan kunci untuk memelihara suatu pernikahan.

9. Jangan memakai alasan telah menikah lalu tidak perlu memperhatikan penampilan, dengan demikian anda sudah tidak lagi menarik seperti sebelum menikah. Jangan mengira karena di rumah sen-diri, selain pasangan anda tidak ada lagi yang melihat, sehingga di depannya anda selalu tidak merasa perlu merias diri, malah berpenampilan kumuh. Maka jangan terkejut bila dia akan mencari si cantik di luar rumah.

10. Jangan mengira asalkan anda sudah merawat anak dengan baik, tugas anda telah selesai. Bagi anak, dia hanyalah seorang ayah. Melalaikan perasaan dan hubungan dengan pasangan, bukan saja telah mengurangi komunikasi bahkan telah melalaikan dan kehilangan perkembangan makna hidup diri anda sendiri. Akhirnya pada suatu hari anda akan temukan, bahwa selain anak, anda tidak mempunyai apa-apa.