Anda Minum Cukup Air?

(Erabaru.or.id) — Kita dapat menyegarkan tubuh kembali dengan mandi atau berenang di laut untuk merasakan kesejukan di hari yang panas. Saat cuaca cerah kita bergembira, seolah-olah langit memberi kesejukan bagi flora, fauna dan lahan pertanian. Saat udara panas, minum air dingin untuk memuaskan dahaga.

Air merupakan obat mujarab bagi segala penyakit. Jika persediaan air sangat berlimpah, pertanyaan besar yang timbul adalah: Cukupkah Anda minum?

Walaupun air dapat diperoleh dengan mudah, banyak orang yang masih mengabaikannya untuk mencukupi asupan air dalam keseharian, melupakan sehingga tanpa disadari mengalami dehidrasi.

Pakar psikologi Brisbane, Liz Urquart adalah seseorang yang sangat mendukung tindakan mencukupi kebutuhan air minum untuk mencegah dehidrasi.

“Air merupakan nutrisi utama untuk memastikan tubuh anda berfungsi secara efektif dan aman, jelas Urquart, yang berhubungan dekat dengan para dokter dan pakar kesehatan dan kebugaran. “Hidrasi mempengaruhi volume darah, yang berdampak pada tekanan darah, detak jantung, dan seberapa kuat jantung anda memompa darah.”

Gejala langsung dari dehidrasi adalah kelelahan, pusing, kekurangan energi, dan kehilangan konsentrasi. Selama jam kerja, khususnya dalam lingkungan ber AC yang dapat meningkatkan dehidrasi, para pekerja umumnya berpikir bahwa mereka perlu makan untuk menambah energi, padahal kenyataannya mereka hanya butuh kesegaran kembali yang dapat diperoleh dari segelas air.

Dehidrasi kronis dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, termasuk sembelit, batu ginjal, dan persoalan yang berhubungan dengan masalah ginjal yang lain. Kulit wajah dan tubuh kita juga akan terkena dampak. Dengan memperhatikan konsekuensi serius jangka panjang juga dampak langsungnya, minum cukup air setiap hari adalah sangat penting.

Tubuh terdiri dari 50 hingga 70 persen air. Prosentase aktual tergantung pada hal-hal spesifik seperti jenis kelamin, banyaknya lemak dalam tubuh dan umur. Kandungan air dalam tubuh pria mendekati 70 persen, sementara pada wanita sekitar 50 sampai 60 persen. Ini karena secara alami wanita memiliki prosentasi lemak tubuh yang lebih tinggi. Otot yang kurus mengandung air lebih banyak dari pada yang gemuk, maka orang yang kelebihan berat badan akan memiliki prosentase hidrasi lebih rendah dari pada mereka yang ukuran berat badannya normal. Pada bayi yang baru lahir, hampir 90 persen dalam tubuhnya terdiri dari air.

Minum air cukup setiap hari akan memastikan prosentase air dalam tubuh akan tercukupi.
Cobalah cubit kulit punggung telapak tangan anda, jangan lepaskan untuk beberapa detik. Bila membekas setelah 1-2 detik, jelas anda mengalami dehidrasi.

Ukuran lebih akurat untuk hidrasi tubuh dapat diuji dengan menggunakan elektroda penguji selular sederhana yang dinamakan Bioelectrical Impedance Analyser (BIA). Kelompok gimnastik dan kesehatan sering memasukkan pengujian ini saat menyaring anggota baru. Uji psikotes juga menggunakan pengujian seperti ini.

Minum air secara teratur untuk mendapatkan kesehatan yang optimal dan hidrasi dapat menjadi kebiasaan baru. Mulailah dengan segelas air daripada secangkir teh atau kopi. Letakkan segelas atau sebotol air di samping tempat tidur anda. Taruh sebotol besar air di tempat yang mudah dijangkau di ruang kerja anda, jangan tunggu sampai merasa haus untuk meminumnya. Jika anda cenderung aktif bergerak, selalu sediakan 600 ml air bersama anda.

Untuk memicu daya ingat, Urquart menyarankan minum segelas air setiap selesai ke toilet. Walaupun banyak minum mungkin juga banyak ke toilet, sedikit ketidaknyamanan ini bukanlah apa-apa dibanding resiko kesehatan yang disebabkan karena kekurangan air.
Saat memberi saran teman seberapa banyak air yang perlu dikonsumsi, Urquart menyarankan 10-12 cangkir per hari, jumlah yang direkomendasikan oleh American College of Sports Medicine (ACSM), yang membuat rekomendasi bagi industri kebugaran berdasarkan pada penelitian yang luas.

Bila berolah raga kurang dari satu jam, ia merekomendasikan untuk minum 200 ml (satu gelas) setiap 15 menit.

Mengonsumsi buah dan sayuran juga cara yang baik untuk meningkatkan kandungan air dalam tubuh.

Juga perlu disadari bahwa beberapa makanan dan minuman sebenarnya dapat memacu dehidrasi. Alkohol, kafein dalam teh, kopi, minuman berenergi, beberapa minuman ringan, dan diet gula tinggi, semua dapat mengakibatkan air terserap keluar dari dalam tubuh.

Urquart juga menyarankan untuk memperhatikan sumber air dan juga air yang dikonsumsi. “Memeriksa warna air seni anda juga merupakan cara yang mudah untuk mengetahui apakah tubuh terkena dehidrasi. Air seni yang keruh menandakan dehidrasi. Sekali anda merasa haus, tubuh anda sudah dalam kondisi di bawah level kebutuhan optimal.

Bila anda tidak biasa cukup minum air, mulailah mengubah kebiasaan itu sekarang dan lihatlah anda akan merasa jauh lebih baik. Mungkin membutuhkan satu dua hari untuk merasakan manfaat yang anda peroleh, tapi anda akan merasakannya. (theepochtimes)